TUBAN - Kasus penyebaran dan penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) masih marak di kalangan peternak sapi di Kabupaten Tuban. Berdasarkan data dari Pemkab Tuban, saat ini tercatat ada 281 sapi yang terpapar kasus PMK.
Dari kasus tersebut, 220 ekor berhasil sembuh, 37 masih dalam pemulihan, 19 mati dan 5 potong paksa. Guna mengantisipasi masuknya penyebaran kasus, Dinas Ketahanan Pangan dan Perlindungan Tanaman (DKP2P) Kabupaten Tuban, sebelumnya telah menutup paksa 4 pasar hewan yang menjadi pusat lalu lintas ternak.
“Penutupan kami lakukan di empat pasar, yaitu pasar sapi di Kecamatan Semanding, Kerek, Parengan, dan Jatirogo,” jelas Kepala Dinas DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto.
Lanjutnya, untuk menekan sebaran PMK, petugas satgas PMK saat ini telah bergerak untuk menyalurkan sebanyak 7.000 dosis vaksin PMK ke 20 Kecamatan di wilayah setempat.
“Vaksin ini nantinya akan didistribusikan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan jumlah kasus serta jumlah hewan ternak di masing-masing desa,” imbuh Eko Julianto menegaskan.
Lebih lanjut, Pemkab Tuban juga menghimbau agar masyarakat tidak panik lantaran pihaknya akan terus mengupayakan langkah terbaik untuk menangani permasalahan ini. (dzi/rok)
Dari kasus tersebut, 220 ekor berhasil sembuh, 37 masih dalam pemulihan, 19 mati dan 5 potong paksa. Guna mengantisipasi masuknya penyebaran kasus, Dinas Ketahanan Pangan dan Perlindungan Tanaman (DKP2P) Kabupaten Tuban, sebelumnya telah menutup paksa 4 pasar hewan yang menjadi pusat lalu lintas ternak.
“Penutupan kami lakukan di empat pasar, yaitu pasar sapi di Kecamatan Semanding, Kerek, Parengan, dan Jatirogo,” jelas Kepala Dinas DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto.
Lanjutnya, untuk menekan sebaran PMK, petugas satgas PMK saat ini telah bergerak untuk menyalurkan sebanyak 7.000 dosis vaksin PMK ke 20 Kecamatan di wilayah setempat.
“Vaksin ini nantinya akan didistribusikan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan jumlah kasus serta jumlah hewan ternak di masing-masing desa,” imbuh Eko Julianto menegaskan.
Lebih lanjut, Pemkab Tuban juga menghimbau agar masyarakat tidak panik lantaran pihaknya akan terus mengupayakan langkah terbaik untuk menangani permasalahan ini. (dzi/rok)