Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 13 Februari 2025, 10:14 WIB
Last Updated 2025-02-13T08:55:37Z
BojonegoroViewerViral

Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro Sediakan Ratusan Porsi Lontong Cap Go Meh


BOJONEGORO - Warga tionghoa di Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro merayakan puncak perayaan Tahun Baru Imlek atau malam ke 15 dalam kalender China dengan ditandai makan lontong Cap Go Meh, Rabu (12/02/2025) malam.

Kurang lebih ada sebanyak 250 porsi menu lontong Cap Go Meh, disediakan oleh Umat Tri Dharma untuk merayakan tradisi masyarakat tionghoa. Suasana keakraban dan harmonisasi antara umat, terlihat saat warga mulai menikmati lontong Cap Go Meh yang sudah disediakan.

Pantauan JTV di lokasi, baik dari masyarakat Tionghoa maupun umat Islam yang tergabung dalam arisan gotong royong, menikmati kelezatan lontong tersebut. Hidangan makanan lontong cap go meh sendiri, menjadi salah satu sajian khas yang selalu hadir dalam perayaan cap go meh.

Bidang Peribadatan TITD Hok Swie Bio Bojonegoro, Kho Thjian San mengatakan, selain biasanya identik ada kue keranjang, lontong Cap Go Meh ini menjadi salah satu simbol harmonisasi budaya lokal.

“Lontong ini memiliki perpaduan antara lontong, sambal, kacang panjang, serundeng, kuah koya dan beberapa menu pelengkap lainnya,” jelasnya kepada JTV.

Lanjutnya, selain memiliki pencampuran bahan yang beragam, cita rasa lontong Cap Go Meh memiliki tekstur rasa yang kaya dan beragam. Disisi lain, di balik banyaknya menu yang ada pada lontong Cap Go Meh, ternyata  juga memiliki nilai filosofi yang amat sangat mendalam.

“Malam ke 15 Cap Go Meh ini memiliki makna ucapan rasa bersyukur kepada Tuhan atas nikmat berkah di malam purnama ini. Selain itu, perayaan puncak imlek ini juga dijadikan ajang reuni dan ataupun silaturahmi keluarga Tionghoa,” imbuh Kho Tjiang San.

Usai melaksanakan perayaan Cap Go Meh dengan makan lontong, warga tionghoa kemudian melanjutkan dengan prosesi sembahyang di klenteng. (edo/rok)